Komala MP3 Clips

Sabtu, 09 April 2011

ANALISIS DATA KUANTITATIF


A.    Data
1.    Arti Data
Data ialah bahan mentah yang perlu di olah sehingga menghasilkan informasi atau keterangan, baik kualitatif maupun kuantitatif yang menunjukkan fakta. Sementara perolehan data seyogyanya relevan, artinya data yang ada hubungannya langsung dengan masalah penelitian. Pengolahan data merupakan kegiatan terpenting dalam proses dan kegiatan penelitian, karena kekeliruan memilihanalisis dan perhitungan akan berakibat fatal pada kesimpulan, generalisasi, atau interpretasi.
2.    Jenis Data
Data menurut jenisnya ada dua yaitu data kualitatif dan data kuantitatif. Tindak lanjut kegiatan peneliti sesudah pengumpulan data sangat bervariasi bentuknya tergantungdari bagaimana data yang terkumpul akan diorganisasikan. Rencana tentang teknis analisis data harus sudah dipahami oleh para pelaksana penelitian, beberapa keuntungan bagi peneliti jika sudah memahami proses analisis data ialah:
1.      Petugas yang terlibat analisis sudah dapat menyiapkan alat Bantu atau instrument analisis,
2.      Dapat membantu mengumpulkan informasi yang diperlukan,
3.      Dapat mengurangi butir-butir variable yang tidak terpakai.
Adapun ciri-ciri kegiatan penelitian yang pokok adalah:
a.    Dilakukan dengan rencana yang sistematis,
b.    Melalui prosedur ilmiah,
c.    Dapat diuji kembali prosedurnya oleh orang lain.
Sedangkan data kuantitatif yaitu data yang berwujud angka-angka. Data ini diperoleh dari pengukuran langsung maupun dari angka-angka yang diperoleh dengan mengubah data kualitatif menjadi data kuantitatif. Data kuantitatif bersifat objektif dan bisa ditafsiran sama oleh semua orang. Analisa kuantitatif itu disebut juga analisa statistis. Prosesnya dapat dapat dibagi menjadi tigatahap, yang satu sama lain berkaitan erat. Tahap pertama adalah tahap pendahuluan yang disebut tahap pengolahan data.
Tahap berikutnya adalah tahap pokok yang disebut tahap pengorganisasian data, yang kemudian tahap terakhir adalah tahap penemuan hasil. Pada tahap kedua dan ketiga, pengetahuan dan pengukuran yang cermat menurut ilmu statistik sangatlah diperlukan. Kenyataan inilah yang menyebabkan analisa kuantitatif disebut juga analisa statistis. Analisa kuantitatif jauh lebih mampu memperlihatkan hasil yang cermat dibanding dengan analisa kualitatif.
B.    Jenis Skala Pengukuran
Maksud dari skala pengukuran ini untuk mengklasifikasikan variable yang akan diukur supaya tidak terjadi kesalahan dalam menentukan analisis data langkah penelitian selanjutnya. Jenis-jenis skala mengukuran ada empat, yaitu: Skala Nominal, Skala Ordinal, Skala Interval, dan Skala Ratio.
1.    Skala Nominal
Skala nominal adalah skala yang paling sederhana disusun menurut jenis atau fungsi bilangan hanya sebagai simbol untuk membedakan sebuah karakteristik dengan karakteristik lainnya.
Contohnya : jenis kulit (1) hitam (2) kuning (3) putih. Angka 123 hanya sebagai label saja.
2.    Skala Ordinal
Skala Ordinal ialah skala yang didasarkan pada rangking, di urutkan dari jenjang yang lebih tinggi sampai jenjang terendah.
Contohnya : Status sosial kaya no.1, sederhana no.2, dan miskin no.3.
3.    Skala Interval
Skala interval adalah skala yang menunjukkan jarak antara satu data dengan data yang lainnya dan mempunyai bobot yang sama.
Contohnya: skor ujian perguruan tinggi : A,B,C,D,dan E.
4.    Skala Ratio
Skala Ratio adalah skala pengukuran yang mempunyai nilai nol mutlak dan mempunyai jarak yang sama.
Contohnya: berat badan, tinggi pohon, tinggi badan manusia.
C.   Tipe Skala Pengukuran
Selain keempat jenis skala pengukuran, skala interval sering digunakan untuk mengukur gejala dalam penelitan sosial. Para ahli sosiologi membedakan dua tipe skala pengukuran menurut gejala sosial yang diukur yaitu:
1.      Skala pengukuran untuk mengukur perilaku susila dan kepribadian.
Bentuk-bentuk skala sikap yang perlu diketahui dalam melakukan penelitian adalah:
a.    Skala Likers
Skala likers digunakan untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsi seseorang atau sekelompok tentang kejadian atau gejala sosial.
b.    Skala Guttman
Skala gutman merupakan skala kumulatif, skala yang digunakan untuk jawaban yang bersifat jelas dan konsisten.
c.    Skala Diferensial Semantik
Skala diferensial semantic atau skala perbedaan semantic berisikan serangkaian karakteristik biporal (dua tutup).
d.    Rating Scale
Rating scale yaitu data mentah yang didapat berupa angka kemudian ditafsirkan dalam pengertian kualitatif.
e.    Skala Thurstone
Skala thurstone meminta responden untuk memilih pertanyaan yang ia setujui dari beberapa pertanyaan yang menyajikan pandangan yang berbeda-beda.
2.      Skala pengukuran untuk mengukur berbagai aspek budaya lain dan lingkungan sosial.
D.   Sumber Data
Metode dan Instrumen Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data adalah teknik atau cara-cara yang dapat digunakan oleh peneliti untuk mengumpulkan data. Instrument diartikan sebagai alat Bantu dan merupakan sarana yang dapat diwujudkan dalam benda.agar data yang dikumplkan baik dn benar, instrument pengumpulan datanya pun harus baik. Ada beerapa instrument pengumpuan data sesuai dengan teknik pengumpulan data.
a.    Angket (Questionnaire)
Angket (Questionnaire) adalah daftar pertanyaan yang diberikan kepada orang lain bersedia memberikan respons sesuai dengan permintaan penggunaan. Tujuan penyebaran angket iaalah untuk mencari informasi yang lengkap mengenai suatu masalah dari responden tanpa merasa khawatir bila responden memberikan jawaban. Angket dibedakan menjadi dua jenis yaitu : angket terbuka dan angket tertutup.
(1)  Angket Terbuka
Angket terbuka (angket tidak terstruktur) ialah angket yang disajikan dalam bentuk sederhana sehingga responden dapat memberian isian sesuai dengan kehendak dan keadaannya.
(2)  Angket Tertutup
Angket tertutup (angket berstruktur) adalah angket yang disajikan dalam bemtuk sedemikian rupa sehingga responden diminta untuk memilihsatu jawaban yang sesuai dengan karakteristik dirinya.
b.    Cheek list
Cheek list atau daftar cek adalah suatu daftar yang berisi subjek dan aspek-aspek yang akan diamati.
c.    Wawancara
Wawancara adalah suatu cara pengumpulan data yang digunakan untuk memperoleh informasi langsung dari sumbernya. Berdasarkan sifat pertanyaan, wawancara dapat dibedakan menjadi wawancara bebas dan wawancara bebas terpimpin.
d.    Pengamatan (Observation)
Observasi yaitu melakukan pengamatan secara langsung ke objek penelitian untuk melihat dari dekat kegiatan yang di lakukan.
e.    Tes (Test)
Tes sebagai instrument pengumpulan data adalah serangkaian pertanyaan atau latihan yang digunakan untuk mengukur keterampilan pengetahuan, intelegensi, kemampuan atau bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok.
E.    Penyajian Data
Secara umum ada beberapa cara penyajian data statistik yang sering digunakan yaitu tabel, grafik, diagram, keadaan kelompok, simpangan baku dan angka baku.
F.    Langkah-Langkah Pengolahan Data
1.    Penyusunan Data
Maksudnya bahwa data yang sudah ada perlu dikumpulkan semua agar mudah untuk mengecek apakah semua data yang dibutuhkan sudah terekap semua.
2.    Klasifikasi Data
Klasifikasi data merupakan usaha menggolongkan, mengelompokkan, dan memilah data berdasarkan pada klasifikasi tertentu yang telah dibuat dan ditentukan oleh peneliti.
3.    Pengolahan Data
Pengolahan data dilakukan untuk menguji hipotesis yang telah dirumuskan. Jenis data akan menentukan apakah peneliti akan menggunakan teknik kualitatif atau kuantitatif.
4.    Interprestasi Hasil Pengolahan Data
Maksudnya peneliti menarik kesimpulan yang berisikan intisari dari seluruh rangkaian kegiatan penelitian dan membuat rekomendasi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar